Kamis, 30 April 2020
Aku ingin. Oleh Sapardi Djoko Darmono
Rabu, 22 April 2020
Pendidikan Agama Islam
Nama : Abdur Rahman
Nim : 11711136
Kelas/Semester : D/6
Mata Kuliah : Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu : Dra. Khairawati, M.Pd
Asisten Dosen : Farninda Aditya, S.Pd.I., M.Pd.
Soal Ujian Tengah Semester
Apa pendapatmu tentang Pendidikan Agama Islam ?
Jawaban : Pendidikan agama islam adalah suatu pembelajaran yang membahas tentang bagaimana agama islam yang baik dan benar. Pendidikan islam secara garis besar merupakan Pendidikan yang dalam kurikulumnya mengacu kepada syariat islam yang mana Pendidikan islam ini bertujuan mencetak dan mengkader generasi islam yang Islamic yang bisa menerapkan ajaran islam yang bisa menerapkan ajaran islam untuk dirinya pribadi dan bisa mengajarkan kepada orang lain yang mana ajaran tersebut sesuai dengan syariat yang dibawa Baginda Rosul SAW.
Berikan pendapat 3 ahli terkait definisi Pendidikan Agama Islam ?
Jawaban :
Drs. Ahmad D. Marimba
“Pendidikan islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian utama menuruy ukuran-ukuran Islam”. (Pengantar filsafat Pendidikan Islam)
Drs. Usman Said
“Pendidikan agama islam ialah segala usaha yang terbentuknya atau membimbing/ menuntut rohani jasmani orang menurut ajaran islam”. (Sumbangan Pendidikan islam terhadap pembentukan kepribadian Indonesia)
Drs. Berlian Somad
“Suatu Pendidikan dinamakan Pendidikan islam, jika Pendidikan itu bertujuan membentuk induvidu menjadi bercorak diri, berderajat tertinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah Allah”. (Beberapa persoalan dalam Pendidikan agama islam)
Berikan Ayat atau Dalil yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam, barikan pendapatmu (tarsir) terkait dalil tesebut ?
Jawaban :
Terdapat dalam Surah Al-Isra Ayat 23-24
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Q.S Al-Isra ayat 24
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Pendapat saya adalah seorang anak didalam mencari nilai-nilai hidup, harus mendapat bimbingan sepenuhnya dari pendidik, karena menurut ajaran islam, saat anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan suci/fitrah, dan alam sekitarnyalah yang akan meberikan corak warna terhadap nilai hidup atas Pendidikan seorang anak khususnya Pendidikan karakter.
Menurut pendapatmu, mengapa Pendidikan Agama Islam diperlukan dalam masyarakat?
Jawaban : Pendidikan Agama Islam diperlukan didalam masyarakat karena Pendidikan agama sangat pentinguntuk menunjang pengetahuan orang-orang terhadap sang pencipta, dengan adanya Pendidikan agama di masyarakat maka orang-orang lebih berhati-hati dalam bertindak serta berbicara karena didalam agama islam sendiri ada Al-qur’an yang dijadikan pedoman hidup oleh ornag-orang islam, oleh karena itu Pendidikan agama sangat penting juga dalam pembentuk karakter untuk anak-anak bangsa, karena didalam Pendidikan agama juga sudah diajarkan bahwa kita harus mencintai negri kita, bayangkan saja jika tidak ada generasi yang akan mencintai negrinya sendiri!! Tentunya Pendidikan agama sangat berperan penting didalam pembentukan pribadi-pribadi yang baik didalam masyarakat.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pendidikan agama islam adalah suatu pembelajaran yang membahas tentang bagaimana agama islam yang baik dan benar. Pendidikan islam secara garis besar merupakan Pendidikan yang dalam kurikulumnya mengacu kepada syariat islam yang mana Pendidikan islam ini bertujuan mencetak dan mengkader generasi islam yang Islamic yang bisa menerapkan ajaran islam yang bisa menerapkan ajaran islam untuk dirinya pribadi dan bisa mengajarkan kepada orang lain yang mana ajaran tersebut sesuai dengan syariat yang dibawa Baginda Rosul SAW.
Drs. Ahmad D. Marimba
“Pendidikan islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian utama menuruy ukuran-ukuran Islam”. (Pengantar filsafat Pendidikan Islam)
Drs. Usman Said
“Pendidikan agama islam ialah segala usaha yang terbentuknya atau membimbing/ menuntut rohani jasmani orang menurut ajaran islam”. (Sumbangan Pendidikan islam terhadap pembentukan kepribadian Indonesia)
Drs. Berlian Somad
“Suatu Pendidikan dinamakan Pendidikan islam, jika Pendidikan itu bertujuan membentuk induvidu menjadi bercorak diri, berderajat tertinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah Allah”. (Beberapa persoalan dalam Pendidikan agama islam)
Terdapat dalam Surah Al-Isra Ayat 23-24
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Q.S Al-Isra ayat 24
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Pendapat saya adalah seorang anak didalam mencari nilai-nilai hidup, harus mendapat bimbingan sepenuhnya dari pendidik, karena menurut ajaran islam, saat anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan suci/fitrah, dan alam sekitarnyalah yang akan meberikan corak warna terhadap nilai hidup atas Pendidikan seorang anak khususnya Pendidikan karakter.
Pendidikan Agama Islam diperlukan didalam masyarakat karena Pendidikan agama sangat pentinguntuk menunjang pengetahuan orang-orang terhadap sang pencipta, dengan adanya Pendidikan agama di masyarakat maka orang-orang lebih berhati-hati dalam bertindak serta berbicara karena didalam agama islam sendiri ada Al-qur’an yang dijadikan pedoman hidup oleh ornag-orang islam, oleh karena itu Pendidikan agama sangat penting juga dalam pembentuk karakter untuk anak-anak bangsa, karena didalam Pendidikan agama juga sudah diajarkan bahwa kita harus mencintai negri kita, bayangkan saja jika tidak ada generasi yang akan mencintai negrinya sendiri!! Tentunya Pendidikan agama sangat berperan penting didalam pembentukan pribadi-pribadi yang baik didalam masyarakat.
Rabu, 08 April 2020
Pandemi Covid-19 di Era Revolusi Industri 4.0
Covid-19 adalah wabah yang saat ini mengguncang dunia, banyak dari negara-negara mulai mengantisipasi akan berkembangnya Covid-19, covid-19 juga menggerogoti perekonomian global, dan pandemi Covid-19 membuka pengetahuan anak bangsa akan realnya Revolusi industri 4.0, yang mana segala sesuatunya bergantung pada teknologi.
Refolusi Industri 4.0 adalah nama trend otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik.
Begitu pula penulis, penulis juga merupakan anak bangsa yang gagap akan teknologi, sehingga penulis begitu terkejut akan datang nya pandemi Covid-19. Karna memang sangat jelas, pada saat ini seluruh kampus di plosok negri mulai mengeluarkan SK( surat keputusan ) terkait perkuliahan yang berbasis daring/online.
Pada saat ini banyak pro kontra terkait perkuliahan online, bagaimana tidak, hampir 10% dari mahasiswa mengeluh, dan sebagai Dewan Eksekutif Mahasiswa penulis banyak mengikuti rapat-rapat dengan para pengurus inti di internal kampus IAIN Pontianak untuk membicarakan dan menampung aspirasi dari para Mahasiswa.
Dari banyak nya aspirasi Mahasiswa, alhasil kami dari pengurus DEMA FTIK mengadakan agenda Sharing Session yang bertema " Kuliah Online Solusi atau Ilusi" dengan pemateri Refor Diansyah (ketua umum Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu pendidikan seluruh Indonesia), "kuliah online sebenarnya adalah solusi dari adanya covid-19 namun saat ini Indonesia masih belum siap/belum mampu menjawab tantangan global akan perputaran zaman yang beralih, dan saya harap kita sebagai Mahasiswa mampu menyampaikan aspirasi nya dengan baik dan berakhlak". Ucap Refor Diansyah selaku pemateri. Sistem kuliah online bagi penulis merupakan sistem pembelajaran yang kurang relevan dan kurang efisien karna penulis sendiri terkendala akan kuota yang harus di beli secara continue, handpone yang Ram nya tinggi untuk menyimpan aplikasi perkuliahan, dan jaringan stabil untuk mengikuti perkuliahan.
Penulis juga selalu berdoa kepada Sang pencipta agar wabah Covid-19 segera teratasi dan Bumi kembali membaik.
Ninja Hatori
Cahaya kekuningan menembus setiap dedaunan pohon tembakau samping pondok dari kejauhan, bersamaan dengan senter gayung (begitulah kami menyebutnya karna bentuknya yang seperti gayung) yang di gunakan oleh penjaga pondok.
Aku dan Idris mulai merangkak diatas tanah dan sekeliling pepohonan agar tidak terkena senter dengan sangat berhati-hati, seperti ninja hatori dalam film imajinasi anak-anak. Entah jadi apa baju yang kami kenakan diatas tanah lembut ibarat kasur di perhotelan.
“Awas kepalamu idris “ucapku memperingati teman karibku itu agar tidak terkena cahaya senter.
“iya-iya aku tahu “ jawabnya dengan santai.
Gelap gulita di campur nyamuk yang berterbangan, kami berdua berusaha untuk bisa lolos dari intaian penjaga pondok yang sangat seram dan bertubuh besar. Perlahan tapi pasti, karna jika kami ketahuan bakalan berabe urusannya.
Sesampainya di pinggir trotoar jalan raya, kami berdua mulai mengintai apa ada orang yang melihat kami berdua sambil menunggu Bus arah Sumenep-Surabaya, kami tetap bersembunyi dengan sabar dalam gelap.
“nanti di saat ada Bus, kamu duluan yang naik, setelah itu baru aku “ ucap idris yang muka dan suaranya entah di mana efek gelap.
“siap perintah ahli strategi “ ucapku dengan tawa kecil tak besuara. Idris memang lebih berpengalaman di bandingkan aku, karna kalau di hitung-hitung mungkin dia setiap tahunnya kabur dari pondok.
Dari kejauhan terlihat cahaya lampu bus menerangi jalan menandakan bus sudah dekat, sekitar tiga puluh meter tepatnya. Akupun mulai keluar dari kegelapan untuk berusaha menghentikan bus, sedangkan Idris masih dalam kegelapan agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang yang melintas di jalan.
Seketika bus sudah berhenti di hadapanku, aku mulai naik lalu disusul oleh Idris dan duduk bersamaan di kursi tengah agar terhindar dari penglihatan orang di luar.
Deg.…deg…deg… suara degup jantung kami berdua terdengar di atara keheningan malam, posisi kami masih belum cukup aman karan belum melewati gerbang pondok.
Bus pun mulai kembali berjalan, dua puluh meter di arah barat gerbang pondok yang di penuhi petugas keamanaan cukup terlihat dari jendela bus. Dalam hati kami terus berdoa agar tidak ada orang yang naik pas di depan gerbang pondok,jikalau ada maka sia-sialah usaha kami untuk bebas, karna jelas bus akan di periksa oleh penjaga keamanan pondok.
Perjalanan ini sudah kami rencanakan jauh-jauh hari sebelum Negara api penasaran melanda diri kami, tepatnya pada pukul sebelas malam dini hari, kami diam-diam menyelinap kedalam secretariat OPA Ganspala Al-pend yang dilengkapi laptop dan dengan sigap membuka film 5 CM yang sangat popular di zamannya. Dari situlah awal cerita perjalanan kami berdua saat ini.
Dur…dur…dur…pintu secretariat kami berbunyi sangat keras pada pukul tiga pagi hari, sehingga membunyarkan semua mimpi-mimpi indah akan puncak Mahameru (sebutan untuk puncak dari gunung Semeru).
“buka pintunya” suara keras dan lantang itu berasal dari luar pintu secretariat sangat menggema di telinga kami berdua.
Aku meletakkan jari telunjuk ke bibir manisku, memberikan isyarat agar jangan sampai bergerak dan menimbulkan suara sekecil apapun. Namun pada saat itu pula Idris tidak sengaja menyenggol perabotan-perabotan mendaki yang ada di dekat kakinya.
“tamat lah riwayat kami” seruan kecil dalam hatiku.
“mampus lah” ucap Idris yang merasa kalau kita berdua jelas akan ketahuan bahwa ada di dalam secretariat.
“buka pintunya” suara itu kembali terdengar, bahkan ini lebih besar lagi bunyinya dari pada sebelumnya.
Dengan sangat terpaksa kamipun beranjak dari tikar lusuh yang sangat tidak terawat itu untuk berdiri membuka pintu, menghilangkan rasa takut, dan menundukkan kepala kami saat membuka pintu secretariat. Tampak jelas muka ustad di depan kami yang sedari tadi menunggu momen-momen keluarnya kami, tanpa berkata apa-apa ustad itu melayangkan penyapu lantai tepat di betis kami berdua, dan dengan itupula kami mengerang kesakitan.
“pakai sandal kalian berdua dan ikuti ustad ke depan masjid” ucap ustad yang melihat kaki kami seperti ayam telanjang tanpa busana.
Memasang muka sesedih mungkin agar di beri belas kasian, kami mengiringi ustad menuju masjid yang di penuhi banyak santri, dan kamipun di suruh berdiri di depan masjid dengan menggunakan papan kertas bertulisan (saya tidak mengikuti sholat tahajjud dan sholat subuh) yang disimpan pas di dada kami.
“kali ini kita bener-bener apes cuy” ucap idris di susul gelak tawa ringan.
“ini semua gara-gara kamu cuy” balasku sambil tertawa, tertawa di atas penderitaan diri sendiri
Sunrais kali ini menyisakan keindahan akan keagungan Sang Pencipta langit dan bumi, angin-angin bertiup menerpa helai demi helai rambut yang sebagiannya tertutup oleh kopiah hitam kekuningan, kicauan burung-burung Walet bersatu padu membentuk satu irama yang amat merdu, dan gemericik air mancur di taman membuat kita khusyuk berdiri di depan masjid pondok. Satu demi satu santri mulai keluar dari masjid untuk kembali ke kamarnya masing-masing, wajah kami tertunduk dengan sendirinya karna sangat malu dilihat ribuan santri yang lewat sambil berbisik tidak bersuara di sekeliling kami, entah apa yang mereka bisikkan kami pun tidak tahu.
Untuk kesekian kalinya kami berada pada titik di mana jantung serasa ingin meledak, bagaimana tidak tiba-tiba bus berhenti pas di depan gerbang pondok.
“teng..teng..teng” bunyi besi pegangan untuk orang bediri pertanda isyarah akan adanya orang yang akan menaiki bus.
Spontan kamipun pura-pura tertidur pulas sambil menutupi wajah dengan jaket, seraya berdoa agar kali ini benar-benar ada keajaiban dari Tuhan, dan Tuhan tidak menggerakkan hati serta fikiran para petugas keamanan untuk mengecek kedalam bus.
“teng..teng..teng” bunyi itu kembali terdengar pertanda bus akan berjalan lagi.
“yesssss…..” teriakku memecahkan keheningan yang sangat mencekam tadi.
“Alhamdulillah. Tuhan selalu tahu apa yang di butuhkan hambanya” ucap idris berseru dengan sangat lega.
Deru dan sepi beradu dalam perjalanan yang amat membingungkan, berkat Tuhan kami bisa bebas dari kejar-kejaran, dan setelah di pikir-pikir ternyata kami mirip sekali dengan ninja hatori yang pandai menyelinap tanpa ketahuan. Bus yang kami naiki melesat sangat cepat menuju terminal pura baya(terminal terbesar di Surabaya).
Langganan:
Komentar (Atom)
TATA CARA MENGGUNAKAN MASKER, DI ERA NEW NORMAL
TATA CARA PENGGUNAAN MASKER Covid-19 atau yang biasa disebut corona virus bermula di Wuhan China, hingga merebak ke seluruh plosok-ploso...